Rabu, 25 April 2018

Salah Berbagi Kebahagiaan Lewat Gol

Inggris - Sejak kecil Mohamed Salah punya cita-cita jadi orang kaya supaya bisa membantu orang lain. Dia kini sudah melakukan itu, dengan gol-gol dan kedermawanannya.

Salah lahir di Nagrig, sebuah wilayah yang terletak di Provinsi Gharbia, 128 km sisi utara Mesir. Dia lahir dari pasangan yang bekerja untuk pemerintah, sehingga tumbuh di lingkungan yang bisa dibilang berkecukupan.

Rumahnya adalah bangunan bertingkat tiga, yang berjarak tak jauh dari sebuah lapangan sepakbola. Di lapangan itulah Salah banyak menghabiskan waktunya, sebelum dia bergabung dengan El Mokawloon, klub pertamanya.


Kisah salah menggiring bola di lapangan dekat rumah serta debutnya bersama El Mokawloon sudah sepuluh tahun lebih berlalu. Dia kini menjadi pemain Eropa yang bersinar paling terang. Malam tadi dia membuat dua gol dan dua assist saat Liverpool menghajar AS Roma 5-2.

Itu membuat dia total sudah membuat 43 gol di semua kompetisi musim ini. Jumlah golnya lebih banyak dari Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo.

Salah, yang mendapat gaji 90.000 poundsterling (sekitar Rp 1,7 miliar) sepekan dari Liverpool, tak pernah melupakan dari mana dia berasal. Dia sudah mengeluarkan ribuan poundsterling untuk membantu warga Nagrig yang masih kesulitan.

Dengan kondisi orang dua yang berkecukupan, Salah tak pernah kekurangan uang. Cerita tentang kedermawanan dia tak pernah berhenti sejak lama.
"Sejak kecil Salah punya cita-cita jadi orang kaya, supaya dia bisa membantu orang lain," ucap Dr Alaa Al-Ghamrawi, warga lokal Nagrig, dikutip dari The Sun.

Salah saat ini tak masuk daftar pemain dengan gaji tertinggi di Premier League. Tapi dengan bayaran sekitar Rp 7 miliar sebulan, Salah sudah berbuat sangat banyak buat kotanya. 


Masih dikutip dari TheSun, Salah membiayai pembelian ambulance pertama di kotanya. Itu kemudian disusul dengan kedatangan seperangkat perlengkapan medis mahal. Setiap hari orang-orang Nagrig merasakan bantuan Salah lewat fasilitas-fasilitas tersebut.

Beberapa keluarga yang sangat kekurangan juga dapat bantuan langsung dari Salah. Setidaknya setiap bulan Salah mengeluarkan 3.500 poundsterling untuk membantu keluarga-keluarga tersebut.
Di kampung halamannya Salah punya julukan baru: 'Si Pembuat Kebahagiaan'
Kontribusi lain Salah untuk Nagrig adalah ikut serta membangun pusat kepemudaan, sekolah khusus perempuan, dan pusat kesehatan. Tak lama setelah bergabung dengan Liverpool, pesepakbola 25 tahun itu mendonasikan 210.000 poundsterling untuk Tahya Masr, sebuah pendanaan untuk membantu krisis ekonomi yang melanda negara tersebut.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar